Tikus
Hama Tikus banyak menimbulkan dampak kerugian bagi manusia seperti pengrusakan terhadap plafon bangunan, meninggalkan bau - bauan yang kurang sedap, serta sekaligus merupakan vector dari berbagai macam penyakit yang berbahaya seperti : Pes, Salmonellosis (meracuni makanan dengan kotorannya), Leptospirosis (terinfeksi penyakit oleh tikus ketika berenang atau mandi dengan air tercemar), Demam yang disebabkan oleh gigitan tikus, Selain itu, tikus dapat merusak jaringan listrik. Beberapa metoda pengendalian tikus dapat berupa racun anti tikus, atau perangkap tikus, dan lem tikus.
Lalat
Hama Lalat berperan dalam penularan /sebagai agen penyakit yang dibawa lalat saat hinggap pada tempat sampah atau kotoran yang kemudian disebarkan saat hinggap pada makanan. Lalat dapat menyebabkan
penyakit pada hewan atau manusia, diantaranya : Disentri, Kolera, dan Diare. Pada beberapa tempat untuk menjaga higienitas lingkungan diperlukan alat anti lalat atau racun lalat dan berbagai pencegah lalat/ pembasmi lalat lainnya.
Semut
Adapun semut, keberadaannya cukup mengganggu dari higienis
lingkungan. Dengan jumlah semut yang demikian banyaknya berakibat
tertinggalnya jejak kaki semut yang membawa kotoran, bahkan beberapa jenis semut seperti semut api dapat menggigit manusia dan hewan ternak
dengan meninggalkan rasa pedih. Untuk itu diperlukan juga pengendalian semut pada jumlah populasi yang aman.